Lompat ke konten
Rp KalkulatorHR Semua Tools

Kalkulator Rasio Keuangan

Hitung current ratio, quick ratio, DER, ROA, ROE, dan net profit margin dari data neraca dan laba rugi sederhana.

Neraca — Aset & Liabilitas

Rp
Rp

Bagian dari aset lancar.

Rp
Rp
Rp
Rp

Laba Rugi

Rp
Rp

Likuiditas

Current Ratio
Quick Ratio

Solvabilitas

Debt to Equity (DER)
Debt to Asset

Profitabilitas

ROA

ROE

Net Margin

Rincian perhitungan step-by-step

Dasar hukum

  • Rasio keuangan (likuiditas, solvabilitas, profitabilitas) adalah konsep analisis laporan keuangan standar dalam akuntansi dan manajemen keuangan, tidak diatur oleh peraturan perundang-undangan tertentu.

Terakhir diverifikasi: 07 Juli 2026. Hasil kalkulasi adalah estimasi untuk membantu perencanaan, bukan nasihat hukum, pajak, atau keuangan resmi.

Cara Menghitung Rasio Keuangan Secara Manual

Rasio keuangan mengubah angka mentah di neraca dan laporan laba rugi menjadi ukuran yang bisa dibandingkan antar periode atau antar perusahaan. Ada tiga kelompok utama: likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas.

Rasio Likuiditas

Current Ratio = Aset lancar ÷ Liabilitas lancar — mengukur kemampuan membayar kewajiban jangka pendek dengan seluruh aset lancar. Quick Ratio = (Aset lancar − Persediaan) ÷ Liabilitas lancar — versi lebih ketat yang mengeluarkan persediaan karena butuh waktu untuk dicairkan.

Rasio Solvabilitas

Debt to Equity Ratio (DER) = Total liabilitas ÷ Total ekuitas — mengukur proporsi utang dibanding modal sendiri. Debt to Asset Ratio = Total liabilitas ÷ Total aset — mengukur berapa persen aset perusahaan dibiayai oleh utang.

Rasio Profitabilitas

ROA = Laba bersih ÷ Total aset — efisiensi seluruh aset menghasilkan laba. ROE = Laba bersih ÷ Total ekuitas — laba relatif terhadap modal pemegang saham. Net Profit Margin = Laba bersih ÷ Penjualan — berapa persen dari setiap rupiah penjualan yang menjadi laba bersih.

Contoh Kasus

Perusahaan dengan aset lancar Rp200.000.000, persediaan Rp50.000.000, dan liabilitas lancar Rp100.000.000: Current Ratio = Rp200jt ÷ Rp100jt = 2,0x. Quick Ratio = (Rp200jt − Rp50jt) ÷ Rp100jt = 1,5x. Jika total liabilitas Rp300.000.000 dan total ekuitas Rp500.000.000, DER = Rp300jt ÷ Rp500jt = 0,6x — perusahaan punya utang 60% dari modal sendirinya.

Membaca Rasio dalam Konteks

Angka rasio tunggal jarang bermakna tanpa pembanding. Bandingkan dengan rasio periode sebelumnya (tren membaik/memburuk), rata-rata industri sejenis, atau target internal perusahaan — bukan patokan angka "ideal" universal, karena setiap industri punya karakteristik struktur modal dan siklus kas yang berbeda.

Kalkulator terkait: BEP dan Margin & Markup.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Keduanya mengukur likuiditas (kemampuan membayar utang jangka pendek). Current ratio membandingkan seluruh aset lancar dengan liabilitas lancar. Quick ratio (acid test) lebih ketat — mengeluarkan persediaan dari aset lancar, karena persediaan butuh waktu untuk dicairkan menjadi kas.
Umumnya rasio 1,5–2,0 dianggap sehat untuk sebagian besar industri — cukup aset lancar untuk menutup kewajiban jangka pendek tanpa modal yang menganggur berlebihan. Rasio di bawah 1,0 berarti aset lancar tidak cukup menutup liabilitas lancar, sinyal risiko likuiditas.
DER tinggi berarti perusahaan lebih banyak dibiayai oleh utang dibanding modal sendiri, yang meningkatkan risiko keuangan tapi juga bisa memperbesar potensi imbal hasil bagi pemegang saham (leverage). DER di atas 1–2x mulai dianggap agresif tergantung industri.
ROA (Return on Assets) mengukur seberapa efisien SELURUH aset perusahaan menghasilkan laba, tanpa memandang dari mana aset itu dibiayai. ROE (Return on Equity) mengukur laba relatif terhadap modal milik pemegang saham saja. ROE biasanya lebih tinggi dari ROA jika perusahaan memakai utang (leverage) secara efektif.
Tidak selalu. Rasio yang wajar sangat bergantung pada karakteristik industri — misalnya ritel biasanya punya margin tipis tapi perputaran cepat, sementara properti punya margin besar tapi perputaran lambat. Bandingkan rasio perusahaan dengan kompetitor sejenis atau rata-rata industrinya, bukan angka mutlak universal.

Kalkulator terkait