Cara Kerja Simulasi KPR
Cicilan KPR di Indonesia umumnya memakai skema anuitas: total angsuran bulanan (pokok + bunga) tetap sama sepanjang periode bunga berlaku, tapi komposisinya berubah — di awal tenor, porsi bunga mendominasi; semakin mendekati akhir tenor, porsi pokok semakin besar.
Rumus angsuran anuitas
Angsuran bulanan = Plafon × i ÷ (1 − (1+i)−n), di mana i adalah suku bunga bulanan (suku bunga tahunan ÷ 12) dan n adalah jumlah bulan tenor.
Fixed vs floating vs kombinasi
Bunga fixed memberi kepastian angsuran tapi biasanya sedikit lebih tinggi. Bunga floating mengikuti suku bunga acuan pasar sehingga bisa naik-turun. Skema kombinasi (paling umum di Indonesia) memakai fixed 1–5 tahun pertama dengan bunga promo lebih rendah, lalu berpindah ke floating untuk sisa tenor — angsuran akan dihitung ULANG berdasarkan sisa pokok dan suku bunga baru saat masa fixed berakhir.
Contoh Kasus
KPR Rp500.000.000, tenor 15 tahun, bunga fixed 6,5% untuk 3 tahun pertama, lalu floating 10,5% untuk 12 tahun sisanya. Selama 3 tahun pertama, angsuran dihitung dari plafon penuh dengan bunga 6,5%. Begitu masuk tahun ke-4, sisa pokok yang tersisa dihitung ulang dengan bunga 10,5% dan sisa tenor 12 tahun — menghasilkan angsuran baru yang biasanya lebih tinggi dari angsuran awal. Lihat tabel amortisasi dan grafik di atas untuk rincian bulan per bulan sesuai angka Anda.
Kalkulator terkait: Bunga Pinjaman.