Cara Menghitung NPV dan IRR Secara Manual
NPV dan IRR adalah dua metode utama dalam capital budgeting — proses menilai apakah sebuah proyek atau investasi layak dijalankan berdasarkan proyeksi arus kas masa depan.
Langkah 1: Hitung nilai sekarang (present value) setiap arus kas
Setiap arus kas masuk di tahun ke-t didiskontokan ke nilai sekarang dengan rumus: Nilai Sekarang = Arus Kas ÷ (1 + suku bunga)t. Semakin jauh tahunnya, semakin kecil nilai sekarangnya — ini mencerminkan konsep nilai waktu uang (time value of money).
Langkah 2: Jumlahkan dan kurangi investasi awal untuk NPV
NPV = (jumlah seluruh nilai sekarang arus kas) − investasi awal. NPV positif berarti proyek menghasilkan nilai lebih dari biaya modal yang disyaratkan.
Langkah 3: Cari IRR secara numerik
IRR adalah suku bunga yang membuat NPV persis nol. Karena tidak ada rumus aljabar langsung untuk pola arus kas yang bervariasi, IRR dicari secara iteratif (kalkulator ini memakai metode Newton-Raphson) sampai NPV mendekati nol.
Contoh Kasus
Investasi awal Rp10.000.000 dengan proyeksi arus kas masuk Rp12.000.000 di akhir tahun pertama (skenario satu periode). Pada suku bunga diskonto 10%: NPV = Rp12.000.000 ÷ 1,1 − Rp10.000.000 = Rp909.091 (positif, layak). IRR untuk kasus ini persis 20%, karena Rp12.000.000 ÷ 1,2 = Rp10.000.000 — tepat menutup investasi awal tanpa sisa nilai sekarang.
NPV vs IRR: Kapan Berbeda Kesimpulan?
Untuk proyek tunggal yang sederhana, NPV dan IRR biasanya memberi kesimpulan layak/tidak layak yang sama. Namun saat membandingkan dua proyek berskala berbeda, NPV lebih diandalkan karena menghitung dalam nominal rupiah absolut, sementara IRR hanya menyatakan persentase — proyek dengan IRR lebih tinggi belum tentu menghasilkan nilai rupiah lebih besar jika skalanya jauh lebih kecil.
Kalkulator terkait: Bunga Pinjaman dan Rasio Keuangan.