Lompat ke konten
Rp KalkulatorHR Semua Tools

Kalkulator NPV & IRR

Hitung Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan payback period untuk menilai kelayakan sebuah investasi atau proyek.

Rp

NPV (Net Present Value)

IRR

Payback Period

Rincian perhitungan step-by-step

Dasar hukum

  • NPV, IRR, dan Payback Period adalah metode analisis kelayakan investasi (capital budgeting) yang umum dipakai dalam manajemen keuangan, tidak diatur oleh peraturan perundang-undangan tertentu.

Terakhir diverifikasi: 07 Juli 2026. Hasil kalkulasi adalah estimasi untuk membantu perencanaan, bukan nasihat hukum, pajak, atau keuangan resmi.

Cara Menghitung NPV dan IRR Secara Manual

NPV dan IRR adalah dua metode utama dalam capital budgeting — proses menilai apakah sebuah proyek atau investasi layak dijalankan berdasarkan proyeksi arus kas masa depan.

Langkah 1: Hitung nilai sekarang (present value) setiap arus kas

Setiap arus kas masuk di tahun ke-t didiskontokan ke nilai sekarang dengan rumus: Nilai Sekarang = Arus Kas ÷ (1 + suku bunga)t. Semakin jauh tahunnya, semakin kecil nilai sekarangnya — ini mencerminkan konsep nilai waktu uang (time value of money).

Langkah 2: Jumlahkan dan kurangi investasi awal untuk NPV

NPV = (jumlah seluruh nilai sekarang arus kas) − investasi awal. NPV positif berarti proyek menghasilkan nilai lebih dari biaya modal yang disyaratkan.

Langkah 3: Cari IRR secara numerik

IRR adalah suku bunga yang membuat NPV persis nol. Karena tidak ada rumus aljabar langsung untuk pola arus kas yang bervariasi, IRR dicari secara iteratif (kalkulator ini memakai metode Newton-Raphson) sampai NPV mendekati nol.

Contoh Kasus

Investasi awal Rp10.000.000 dengan proyeksi arus kas masuk Rp12.000.000 di akhir tahun pertama (skenario satu periode). Pada suku bunga diskonto 10%: NPV = Rp12.000.000 ÷ 1,1 − Rp10.000.000 = Rp909.091 (positif, layak). IRR untuk kasus ini persis 20%, karena Rp12.000.000 ÷ 1,2 = Rp10.000.000 — tepat menutup investasi awal tanpa sisa nilai sekarang.

NPV vs IRR: Kapan Berbeda Kesimpulan?

Untuk proyek tunggal yang sederhana, NPV dan IRR biasanya memberi kesimpulan layak/tidak layak yang sama. Namun saat membandingkan dua proyek berskala berbeda, NPV lebih diandalkan karena menghitung dalam nominal rupiah absolut, sementara IRR hanya menyatakan persentase — proyek dengan IRR lebih tinggi belum tentu menghasilkan nilai rupiah lebih besar jika skalanya jauh lebih kecil.

Kalkulator terkait: Bunga Pinjaman dan Rasio Keuangan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

NPV (Net Present Value) menghitung selisih nilai sekarang dari seluruh arus kas masa depan dikurangi investasi awal, dalam satuan rupiah. IRR (Internal Rate of Return) mencari tingkat diskonto yang membuat NPV tepat nol, dinyatakan dalam persen. Keduanya dipakai bersama untuk menilai kelayakan investasi dari dua sudut pandang berbeda.
Jika NPV positif, investasi diperkirakan menghasilkan nilai lebih besar dari biaya modal yang disyaratkan (layak dijalankan). Jika NPV negatif, investasi diperkirakan merugi secara nilai sekarang dan sebaiknya tidak dijalankan pada suku bunga diskonto tersebut.
IRR dibandingkan dengan biaya modal (cost of capital) atau suku bunga yang disyaratkan. Jika IRR lebih besar dari suku bunga tersebut, investasi layak dijalankan. Semakin tinggi IRR dibanding suku bunga acuan, semakin menarik investasinya.
Kalkulator ini mencari IRR secara numerik (metode Newton-Raphson). Untuk pola arus kas tertentu — misalnya tidak pernah ada arus kas positif, atau berganti tanda berkali-kali sehingga ada lebih dari satu kemungkinan IRR — proses pencarian bisa gagal konvergen. Dalam kasus ini, andalkan NPV saja untuk menilai kelayakan.
Payback Period adalah lama waktu (dalam tahun) yang dibutuhkan agar arus kas kumulatif menutup kembali investasi awal. Metode ini tidak memperhitungkan nilai waktu uang seperti NPV/IRR, tapi berguna sebagai indikator cepat seberapa lama modal "terkunci" dalam proyek.

Kalkulator terkait