Lompat ke konten
Rp KalkulatorHR Semua Tools

Kalkulator BMI & Berat Badan Ideal

Hitung IMT (BMI) dan klasifikasinya sesuai standar Asia Pasifik Kemenkes RI, lengkap berat badan ideal memakai rumus Broca yang dimodifikasi dan metode IMT acuan 22.

Indeks Massa Tubuh (IMT)

Berat ideal (Broca)

Berat ideal (IMT acuan 22)

Rincian perhitungan step-by-step

Dasar hukum

  • KMK No. HK.01.07/MENKES/509/2025 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Obesitas Dewasa — Tabel 3.1 Klasifikasi IMT Asia Pasifik
  • KMK No. HK.01.07/MENKES/302/2026 tentang PNPK Tata Laksana Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa — Tabel 7 (klasifikasi IMT identik) dan halaman 20-21 (rumus berat badan ideal Broca dimodifikasi & metode IMT acuan 22)

Terakhir diverifikasi: 07 Juli 2026. Hasil kalkulasi adalah estimasi untuk membantu perencanaan, bukan nasihat hukum, pajak, atau keuangan resmi.

Cara Menghitung IMT & Berat Badan Ideal Secara Manual

IMT (Indeks Massa Tubuh) mengukur berat badan relatif terhadap tinggi badan untuk menilai apakah berat badan Anda berada di rentang sehat.

Langkah 1: Hitung IMT

IMT = Berat badan (kg) ÷ [Tinggi badan (m)]². Misalnya berat 70kg, tinggi 1,75m: IMT = 70 ÷ (1,75 × 1,75) = 70 ÷ 3,0625 = 22,9.

Langkah 2: Klasifikasikan sesuai standar Asia Pasifik

<18,5 = kurang · 18,5–22,9 = normal · 23–24,9 = berisiko/lebih · 25–29,9 = Obesitas I · ≥30 = Obesitas II.

Langkah 3: Hitung berat badan ideal (rumus Broca dimodifikasi)

BBI = 90% × (Tinggi cm − 100). Contoh tinggi 170cm: BBI = 90% × 70 = 63 kg, dengan rentang normal ±10% yaitu 56,7–69,3 kg. Untuk perawakan pendek (pria <160cm, wanita <150cm), faktor 90% tidak dipakai: BBI = Tinggi cm − 100 langsung.

Contoh Kasus

Pria, berat 80kg, tinggi 170cm: IMT = 80 ÷ 1,7² = 27,7 (Obesitas I). BBI = 90% × 70 = 63 kg, sehingga berat 80kg berada di atas rentang normal (>69,3 kg).

Kalkulator terkait: Kalori Harian.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kalkulator ini memakai klasifikasi Asia Pasifik yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI dalam dua pedoman klinis resminya (PNPK Obesitas Dewasa 2025 dan PNPK Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa 2026): kurang dari 18,5 (kurang), 18,5-22,9 (normal), 23-24,9 (berisiko/lebih), 25-29,9 (Obesitas I), dan 30 ke atas (Obesitas II).
Standar WHO global (Kaukasia) memakai ambang 25 untuk overweight dan 30 untuk obesitas. Namun populasi Asia cenderung memiliki risiko kesehatan lebih tinggi pada IMT yang sama, sehingga WHO Regional Pasifik Barat dan Kemenkes RI menetapkan ambang batas yang lebih rendah dan lebih sensitif untuk populasi Asia.
Kemenkes RI memakai rumus Broca yang dimodifikasi: Berat Badan Ideal = 90% × (Tinggi badan cm − 100). Khusus untuk perawakan pendek (pria di bawah 160cm, wanita di bawah 150cm), faktor 90% tidak dipakai — BBI = Tinggi badan cm − 100 secara langsung.
Metode IMT acuan menghitung berat ideal sebagai (Tinggi badan meter)² × 22 — memakai 22 sebagai titik tengah rentang IMT normal Asia (18,5-22,9). Keduanya adalah metode estimasi yang sah dan biasanya menghasilkan angka yang mirip; kalkulator ini menampilkan keduanya sebagai pembanding.
IMT tidak membedakan massa otot dari massa lemak, sehingga bisa kurang akurat untuk atlet/binaragawan (massa otot tinggi bisa terklasifikasi "obesitas" padahal lemak tubuh rendah) maupun lansia (massa otot menurun bisa membuat IMT terlihat "normal" padahal komposisi lemak tubuh tinggi). Untuk kelompok ini, konsultasikan dengan dokter untuk pengukuran komposisi tubuh yang lebih akurat.

Kalkulator terkait